07 October 2008

Susun Saja!

Bertemu lagi. Dan matanya... seperti itulah.

Dia bercerita dan aku menangkapnya. Kuikuti dengan bola mataku, bergerak cepat dengan takjim. Matanya, bersuara dan berlompatan ingin berkisah. Mataku menyorot, kemudian berpencar lagi untuk merangkaikan arah yang dimaksudnya. Puzzle-puzzle yang berserak, dia mengucap kata itu 3 kali. Kalimat yang juga sering kupergunakan, kalimat yang sangat tidak asing bagiku. Kalimat yang mungkin juga kalian pergunakan. Aku seketika lalu ingin menggantikan kalimat bersaudara itu dengan kalimat lain yang lebih linuwih, keping mozaik misalnya, atau apalah. Tapi, tak jadi sajalah..

Aku terheran-heran, tak hanya jemarinya yang memikat, tapi matanya jauh lebih menakjubkan. Jemarinya seperti rayap, begitulah.. mungkin berjuta aksara yang dia lahirkan juga tak bisa mewakilkan. Aku yakin dia menjelajah 26 gua dengan karakteristik dan fungsi berbeda, dia tidak akan tersesat. Tidak, gua-gua itu bukan labirin baginya. Tidak seperti kebanyakan semut pemakan rayap yang melongo di hadapan satu gua. belum lagi bernyali masuk ke sana sudah nak ubah masuk ke gua lain. Apa pula..

Benar teman, dia seperti rayap. Bedanya, rayap yang satu ini canggih bukan main. Bukan rayap sembarang rayap, karena yang satu ini bisa menggerogot meranti dengan nyalinya sendiri. telur-telurnya ia sembunyikan dan bila waktunya tiba, menetas mereka semua, habis si meranti tinggal bubuk. Meranti muda, kasihan benar ia..

Lihatlah, di balik tubuh kecil, mengkilat dan bening itu, ada nyawa. Nyawa nya kutemukan pada setitik mata, dan setitik mata itu menggandeng nafsu ingin tahuku menemukan api menyala, yang berkobar tak hendak redup. Api semangat! Api yang di sulutnya pada 26 gua tersebut, yang kemudian berpijar menjadi berjumlah entah. banyaknya duhhh Tuan, tiada sesiapa menahu! tiada sesiapa mampu menjumlah.

Sekitar 590.976.000 angka, sama dengan 9.849.600 pengulangan di atasnya, sama dengan 164.160 bilangan di atasnya, sama pula dengan 6.840 putaran matahari, itulah jarak kami.

Tentu aku tak bisa benar-benar menangkap matanya, mana mungkin, ia melesat terlampau cepat. Tapi aku mengamat, diam. memusatkan dengan bodoh semua indera, semua mata, tidak menangkap, hanya berusaha menjaring, membubuh ikan dengan tangan. Lepas pun tak mengapa, yang jelas dia pernah melalui tanganku. Tahu lah aku seberapa licinnya dia, kenallah aku seberapa tajam sisik-sisiknya. tahulah aku seberapa linuwihnya.

Bertemu lagi, dan matanya. Begitulah..

Aku yakin, ada banyak mata yang dihipnotisnya, ada banyak mata yang telah disulut semangatnya, ada banyak mata yang telah dihidupkan jiwanya, ada banyak mata yang mampu kembali membaca, ada banyak mata yang tak lagi lelah menatap, ada banyak mata yang tidak hanya tidur belaka.

Susun saja!

Aku meneriaki diri sendiri, sama seperti aku berikrar; "Hajar!".

4 Sept 2008

4 comments:

Erik said...

Hemm... bertemu siapakah?
Puzzle... pecahan gambar atau huruf yang jika disusun akan menjadi suatu gambar yang jelas atau menjadi suatu kata yang bermakna
Susunlah gambar atau huruf itu agar menjadi sesuatu jelas dan bermakna bagi diri sendiri maupun orang lain

meme story said...

ya.. seperti juga saya mas.. sedang berusaha mencari makna dalam hidupku... agar bisa memberi makna lain unt orang lain.. berarti...

Anonymous said...

Hmm,serasa baca Contact-nya Carl Sagan nih..

goresan pena said...

Erik; bertemu siapa yah..? seseorang atau sesuatu atau apapun itu yang menyulut gairah baru, semangat untuk terus berkarya!

meme; hem..no coment

Uda; iya yah...hesra malah belum baca..