29 September 2008

Tidak di Angin, Serata Bumi2

aku ingin berlari ke masa itu.
ingin mengejarnya, walau terengah-engah
ingin membalik punggung yang menjauh,
membelakangiku..

aku ingin kembali ke permukaan,
menarik nafas panjang
tuk menyelam lebih dalam

aku ingin tenggelam lebih dalam,
merasakan,
meyakinkan seberapa tergantungnya aku
akan udara bumi

aku ingin melesat di bawa udara,
melayang jauh di balik iga-iga berwarna,
tuk sekedar sadar..
betapa rindu serata bumi

Kekasihku,
aku ingin menghancurkan puzzle yang kita susun,
tuk menyusunnya kembali
dengan lebih baik.

aku ingin dipunahkan saja,
biar debuku bisa kembali hidup
dengan nyawa baru,
dengan roh baru,
dengan kuasa baru..

satu yang kuingin selalu begitu;
diriMu.


(sedikit clue, tulisan ini bercerita tentang kegagalan saya sekolah. hiks...gagal sekolah sama saja dengan gagal dengan harapan yang sebelumnya ada. 'punggung' yang saya tulis itulah si harapan.nah, kadang ada penyesalan dan ingin mengulang ke masa lalu, supaya semua bisa berjalan seperti kemauan atau rencana awal.tapi kan ga mungkin yah...
saya memang meramu nya agak 'asal', seperti Kekasihku...maksudnya sih...Ya Allah...tapi kok ya bosen dengan kata2 itu... biar lebih romantis dikit dengan dzat..hehe..boleh kan? begitu juga dengan diriMu. maksudnya, saya ingin selalu dalam lindunganNya.. selalu berusaha tetap di jalanNya...)


6 comments:

Erik said...

Kita... hanya bisa merencanakan dan berikhtiar. Namun hasilnya kadang memang tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Ada Kuasa yang tidak dapat kita tolak, Ada yang Maha merencanakan... Ada yang Maha menentukan,,, Dia yang menentukan bagaimana seharusnya terjadi.

Tapi yakinlah... kondisi apapun yang diberikan kepada kita... pada hakekatnya... itulah yang dibutuhkan kita... itulah yang terbaik buat kita. Hanya karena keterbatasan kita saja yang belum dapat menangkap setiap makna dibalik setiap peristiwa.

Jangan terlalu larut dengan masa lalu, yang lebih penting berbuat sebaik-baiknya untuk masa sekarang, sembari mempersiapkan untuk langkah ke depannya.

Salam

meme story said...

benar.. bukankah.. yg dibelakang kita adalah sejarah..

btw..
saya sedang galau apa yg sedang ALLAH rencanakan dengan masih membiarkan saya sendirian dalam usia ini..

gus said...

wew...sangat bertenaga banget kalimatnyah...kayaknya saya harus berguru soal menulis disini deh...

genthokelir said...

Dengan Rasa hormat dan kerendahan hati serta penuh harapan untuk memohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan
tak lupa pula memohon doa


Segenap Keluarga Gunungkelir.com mengucapkan selamat Idul Fitri

Artika sari said...

nice religious poem...

goresan pena said...

erik; benar..sepakat...trims mas..

meme; sejarah...? saya harus memikirkan itu lagi dan lagi. tp bu, apakah sejarah jika itu yang membentuk 'diriku' sekarang.

hm, apakah gerangan yg jenk meme rasakan? jenk...kok blog nya ga bisa kebuka?

gus; ahhh... ini becanda nih.. harusnya saya yg belajar byk di blog bpk...

totok; sama-sama, mohon maaf lahir batin yah...
met ied...yah..

artika; terima kasih jenk..