06 September 2008

Imitating Mind

Aku terlupa
sebagaimana diri menelikung rasa
lagi-lagi.

Aku terlupa
terlalu banyak bicara

Aku terlupa
terlalu biasa menutup telinga
lagi-lagi.


Dan aku terlupa
memungut kebetulan menjadi hak

Aku terlupa
meminta ketidaksengajaan menjadi kewajiban

Aku lupa,

Diri sesiapa
bukan milik sesiapa
dia punya ruang,
untuk Merdeka!

8 comments:

Jenny Oetomo said...

Aku lupa kalau aku orang biasa selalu meminta yang luar biasa, Salam

goresan pena said...

yup!itu dia premisnya!
"kita orang biasa yang meminta hal luar biasa"

Djoko Wahjuadi said...

...aku lupa kalau hari ini harus mencuri...aku lupa kalau kemarin harus membunuh,...untung aku lupa...!! sehingga sampai hari ini aku masih merdeka

dhie said...

Aku lupa, kalo dirimu pernah singgah dan mengisi relung hatiku. ;)

goresan pena said...

pak djoko; saya terhenyak dengan koment bapak, dalam kasus yang lebih extreme, begitulah manusia...trm kasih membuat saya kembali berpikir...

dhie: hehe, iya tuh...terkadang kita melupakan seseorang yang pernah benar2 kita cintai.
anyway...thx yah atas kedatangannya dio blog saya. salam...

Anonymous said...

dia yang menyayangi dengan caranya

melecehkan dengan caranya?
kalimat yang sangat menarik
namun, jika dia benar-benar menyayanginya, melecehkan hanyalah sebuah "denial" yang akan segera hengkang.
tentu dia menyayangi dengan caranya
dia beda
dia hidup
dia...

Anonymous said...

menurutku, meskipun yang mbak tulis penuh dengan kiasan dan harus lama dicerna, bukanlah sebuah imitating mind

tulisann mbak mengalir apa adanya, mengungkapkan sesuatu yang jujur, apa adanya, namun sekuat Katrina kategori 4, tak ada stupun yang mampu membendungnya
aku ingin seperti itu
namun
terkadang Katrinaku hanya sebuah dongen
keep posting ya!

goresan pena said...

kayaknya ada yang salah posting koment yah....hehehehe...

hm, trims yah..