27 September 2008

Ikhlas

Harus aku cari kemana ilmu itu?
harus aku kejar kemana agar mampu,
harus aku bayar berapa untuk membantu..

Tak ada lembah atau ceruk atau lereng
atau muara atau bukit,
atau apalah untuk kuteriakkan..

Tidak pula langit yang tak mengenal batas sudah,
tidak pula cermin yang membatasi pantulan seribu bayang!

Dimana?
apakah terselip di bentangan semesta?

Kemana?
harus berguru pada siapa?

Tuhan mengirimkan tanda tanya
tanpa jawaban.
misterinya di simpan rapi oleh waktu
tak perlu kalah, karena tak perlu melawan.

Ikhlas, apa itu?



3 comments:

Erik said...

Hemm ikhlas... satu kata yang mudah diucapkan tapi tak semua orang dapat melaksanakannya.

Ikhlas... merupakan kondisi hati seseorang yang telah dilatih untuk melakukan amal kebajikan tanpa menyertakan kepentingan pribadi ataupuan imbalan duniawi dari apa yang dapat dia lakukan. Konsentrasi amalnya adalah lillahi ta'ala. Ikhlas pada tingkatan yang lebih tinggi lagi... dia sadar bahwa kebajikan yang dilakukannya adalah karena kemurahan Allah SWT,,, karena karunia dan hidayah-Nya.

Orang yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena dia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan atau imbalan. Dipuji atau tidak baginya sama saja.

Orang yang ikhlas, melakukan ibadahnya secara istiqomah/ konsisten.
Ikhlas juga berarti menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya yang disembah, menjadikan dirinya benar-benar sebagai abdi Allah SWT.

Dalam kitab Al Hikan, karya Syeikh Ibnu Atho’ilah tentang kedudukan seorang hamba dalam amal perbuatannya, terdapat dua tingkatan kemuliaan seorang hamba ahli ikhlas, yakni hamba Allah yang abrar dan yang muqarrabin.

Keikhlasan seorang abrar adalah apabila amal perbuatannya telah bersih dari riya‘ baik yang jelas maupun tersamar. Sedangkan tujuan amal perbuatannya selalu hanya pahala yang dijanjikan Allah SWT.

Adapun keikhlasan seorang hamba yang muqarrabin adalah ia merasa bahwa semua amal kebaikannya semata-mata karunia Allah kepadanya, sebab Allah yang memberi hidayah dan taufik.

Dengan kata lain, amalan seorang hamba yang abrar dinamakan amalan lillah, yaitu beramal karena Allah.

Sedangkan amalan seorang hamba yang muqarrabin dinamakan amalan billah, yaitu beramal dengan bantuan karunia Allah.

Amal lillah menghasilkan sekedar memperhatikan hukun dzahir, sedang amal billah menembus ke dalam perasaan kalbu/bathin.

Karena itu seorang ulama ahli hikmah memberi nasehat,“Perbaikilah amal perbuatanmu dengan ikhlas, dan perbaikilah keikhlasanmu itu dengan perasaan bahwa tidak ada kekuatan sendiri, bahwa semua kejadian itu hanya semata-mata karena bantuan pertolongan Allah saja.“

Mari kita berlatih untuk ikhlas, semoga kita kelak dapat menjadi hamba-Nya yang muqarrabin, yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amiin

Salam

goresan pena said...

iya...ikhlas...
ga sama yah dengan nothing to lose?
hehe..
abrar... kayak nama suami aja..hehe..
saya sudah konfirm by sms pak..

Erik said...

Abrar.. iya sama ya..