20 December 2008

Poros Gasing

Kembali ke dunia nyata.. dua minggu lalu, rasanya bahagiaaa.... banget...adik-adik tercinta dateng, ditambah mamah..rindu nya itu loh...terobati sekaligus.
segala ulasan tentang masa lalu.. cerita-cerita impian dan cita-cita..pertengkaran-pertengkaran yang masih saja..adu fisik yang sekarang tak lagi dimenangkan olehku...ya gila aja...sekarang anti dan niar membentuk sekutu sendiri. sementara mamah lebih seperti wasit yang gak fair... anak nomor satu wajib ngalah...halahhh....

tapi, aku rindu lagi...

..................

kemaren, mungkin jadi hari paling malas sekaligus ingin cepat2 pulang ke rumah. malas..karena sadar, akan mendapati rumah yang tak seperti hari sebelumnya. tak ada omelan mamah, tak ada jeritan-jeritan dan rajukan anti, tak ada lagi godaan-godaan sachy untuk eyangnya.. pasti sepi.

tapi, yang ingin membuat lekas sampai di rumah, tentu lah memeluk sachy dan menghiburnya atas rasa kehilangannya yang sangat. ahhh....andai melihat bagaimana wajah sachy ketika mengantar eyang dan tantenya ke bandara di paginya...hm, nelongso..

pulang ke rumah, sachy tidur. mbak ida nonton tv.
"sudah lama sachy tidur mbak?"
"dari jam 3"
"nangis ga dia?"
"iya, cari ibu"

aku baring di sisi sachy. mencium pipinya yang lembut..

tak sampai 10 menit, sachy bangun. matanya mendapati ibunya.
ini kalimat pertama yang kemudian diucap sachy.
"mah.. kakak tadi mimpi, eyang ke Jogja dan kakak maen dengan tante anti.. (sambil celingukan) kan...bener, kakak hanya mimpi, tuh...eyang nggak ada"

(apa yang bisa kulakukan selain menangis dalam hati?)

.....................................................................................

di hari yang sama, seorang sahabat meminta restu ingin pergi, mencari dirinya sendiri. aku seperti terusir sebagai temannya. sudahlah... tak mengapa.

untung saja ada sachy. benar juga nak...anggap saja kenangan manis yang pernah terlalui sebatas mimpi. kalau menyenangkan, anggap itu mimpi indah. kalau menyedihkan, anggap saja itu mimpi buruk...

and i don't have any reason to believe, that all of my dream will come through...

.....................................................................................

kamis lalu, berempat ke Prambanan. aku, anti, suamiku dan mamah. tapi, tentu lah suami lebih memilih menunggu di mobil, sesekali ke mushola.

wajah anti.. mamah, kucuri berkali-kali. Tuhan, beri kami umur panjang untuk dapat bertemu lagi.

di hari pertama kedatangan mamah, satu yang ditanyakan;
"Belia, kamu bahagia?"
SHIT!! aku mengumpat dalam hati. tentu saja tak dapat kujawab. bahagia dan tidak itu bedanya tipis. setipis selaput dara. ada yang elastis, ada yang super duper sensitif.

tapi mah...ini jawabannya. baru anakmu temukan setelah membelikan sebuah gasing untuk seorang teman.

"di saat gasing ini diberi gaya tekan yang kuat dan disentak, maka gasing ini akan berputar, memoros. begitu juga manusia. saat kita diberi tekanan yang kuat, maka, diri kita akan menyelaraskan tekanan itu, menyeimbangkan dengan satu titik tolak yang tepat. tetapi, jika sentakan itu tak tepat, maka laju gasing akan sempoyongan. begitupun kita, akan menempuh mana saja, untuk kemudian jatuh"

mah.. tentulah anakmu ini bahagia. karena bahagia itu tidak pada hasil...tapi proses yang senantiasa kunikmati. percayalah aku, mah...tenanglah...

10 comments:

Fariz said...

hoorrreee,,
Aku yang pertama. . .
Iya mbak Bahagia sama nggak bedanya emang tipis..
Tapi yang penting gimana cara kita menghadapi itu semua..?
Hhee,,

Ullyanov said...

Poros Gasing??? Kirain (wacana koalisi) Poros Tengah Jilid II yang sekarang jadi bahan gosipan para elit politik di Jakarta. He..he..

Salam buat sachy, ya!

Jenny Oetomo said...

Kalau saya lihat gasing berputar memang kalau kaitkan dengan kehidupan adalah:a apakah kita akan mengikuti perubahan dengan mengikuti arah putaran gasing, b. melawan perputarannya sehingga terpental atau c. hanya sebagi penonton saja , Salam

goenoeng said...

hmm....ini mengenai gasing atau sentakannya ?
ah, lupakan....itu tadi pertanyaan nggak penting.

ya,ya....kita ikuti saja keseimbangan gasing saat menerima sentakan. anggaplah sentakan itu selalu sempurna, karena sentakan yg kita dapat adalah dari Sang Maha Sempurna. Nah, tugas kita sebagai gasing adalah berputar seindah mungkin dan seseimbang mungkin untuk menyenangkan Sang Penyentak.

ipanks said...

bahagia?hmm klo kita merasa enjoy dengan yg kita lakukan y mungkin itulah bahagia :D

Niff said...

iya aku setuju, fokus pada proses lebih penting daripada memikirkan hasil :D

Erik said...

aku setuju... menikmati proses adalah lebih penting daripada memikirkan hasilnya.

Saya juga merasa begitu kehilangan, kalau ada saudara atau kawan yg mampir selama beberapa hari, kemudian pergi kembali. Saya bisa merasakan rasa kehilangan yg dialami Hesra dan Sachy.

Tapi itulah kehidupan kita ya, suatu saat kita akan ditinggalkan atau kita yg meninggalkan yg ada sekarang.

Rakha said...

Mmm,untung aku bukan orang itu ya...
"di hari yang sama, seorang sahabat meminta restu ingin pergi, mencari dirinya sendiri. aku seperti terusir sebagai temannya. sudahlah... tak mengapa."

ARIEF FIRHANUSA said...

"di saat gasing ini diberi gaya tekan yang kuat dan disentak, maka gasing ini akan berputar, memoros. begitu juga manusia. saat kita diberi tekanan yang kuat, maka, diri kita akan menyelaraskan tekanan itu, menyeimbangkan dengan satu titik tolak yang tepat. tetapi, jika sentakan itu tak tepat, maka laju gasing akan sempoyongan. begitupun kita, akan menempuh mana saja, untuk kemudian jatuh"

Satu lagi filosofi saya temukan hari ini.

goresan pena said...

* fariz; hi...welcome...
memang benar, saya pun sepakat..semua tergantung cara kita merespon. ya kan?

* mas arif ullyanov; wah...sayangnya bukan tentang itu yuah...
lagi muak dengan politik negeri ini..

iya pakde...salim, kata sachy..

*mas jenny; kalau mas jenny pilih yang mana?

*mas goe; bagaimana kalau kita tdk sebagai gasing? anggaplah gasing itu adalah hidup yang kita jalani. sentakan itu kita yang beri. efek dari sentakan itu, bukankah kita jg yang merasa..?
ah, embuh...ga tau jg deh...

*ipanks; sippp!!! aku sepakat. satu lagi, saat kita iklan menjalankan peran kita.

* niff; demikian pula saya...

* mas erik; demikian pula saya, mas... persis...seperti itu lah rasa kehilangan itu. walau waktu akan membantu mengobatinya...
baru kita sadar, bahwa lupa adalah sebuah anugerah...

* rakha: siapapun dia... dia adalah orang yang sangat berarti dalam hidup saya.
memikirkan akan kehilangan dia...sama seperti akan kehilangan jempol kaki. katanya, orang bisa berdiri tegak hanya dengan satu kaki, tapi, jika yang hilang adalah jempol kaki, manusia takkan mampu berpijak..

* mas arief; hehe... filosofi ngawur2 kok mas... hanya pikiran liar yang mengembara...
anw, thx