30 May 2008

Dalam Diam


..aku pergi.

Ucapku pelan.

Kau tak menjawab.

Hanya diam.


Di ujung matamu

kutemukan kebimbangan.

Tapi kau tetap diam,


Tak mencegahku..

Kau masih terpaku

dan diam.


Aku pergi.

Semakin lirih

suara yang tercekat

di kerongkongan.


Kau masih saja diam.


Aku mulai melangkah..

Sudah menjauh,

ingin berbalik arah.

Mengejar kau

yang diam.


Dan ketika kuhendak melangkah

lagi,

Kau berlari..

Merengkuhku,

hingga sesak di dada

begitu terasa.


Diam,

merasakannya.


Tapi, tiba-tiba kutercekat!


Hanya ilusi.

Karena waktu itu,

kau tetap tak beranjak dari tempatmu.


Kau hanya diam.

Diam memandang kepergianku.

Pontianak,

010707
(model pic: puput)

2 comments:

ARIEF FIRHANUSA said...

Ini kisah tragis tentang keterpurukan. Semoga memberi hikmah di perjalanan berikutnya

goresan pena said...

benar mas... ini adalah kisah tragis...tentang sebuah hubungan manusia..

inilah awal trauma itu lahir...