28 February 2009

Sesaat adalah Abadi (2)


Hidup ini..
Adalah nyala pelita
Yang sebentar begitu terang
Lantas redup seketika...

9 comments:

KABASARAN said...

Seredup apapun dia
Tentu ...
ada sang ...
Yang dapat membuat
Ia benderang kembali

he-he-he ngak nyambung ...

ARIEF FIRHANUSA said...

Pelita redup, benderang, lalu tertatih lagi ditingkahi angin.

Pelita kita taruh di ruang hampa udara sehingga angin tak menyentuh dan menjilatinya, namun pada suatu ketika minyak habis dan kemudian pelita pun gugur.

Hidup diselimuti pasang naik dan pasang turun, dan juga kematian ...

G said...

hidup juga bagai bunga rumput
hari ini ada, besok sudah tiada
bahkan tempat dimana ia ada tidak lagi diingat orang

hmm... sering saya berpikir kenangan itu hanya berarti untuk org yg masih hidup, sedangkan mereka yang telah melanjutkan jalannya dan menyeberang tidak akan menengok ke belakang kan?

hesra said...

* Kabasaran: Sang... menciptakan awal dengan kelahiran dan mengakhirinya dengan kematian..
tetapi ada jeda panjang...untuk kehidupan...

nyambung kok Pak... banget...he...

* Mas Arief: pelita tetap akan redup hingga perlahan "bleeeb".. padam.
selama terang, angin dan udara senantiasa akan bersahabat. betapa membosankan jika hidup hanya mengenal "nyala" tanpa ingat waktu kan padam..
ternyata, bahagia ada dalam pasang turun dan pasang naik itu kan Mas?

* Mbak G: kenangan...
hm... memori itu residu Mbak, Kupikir...
dan waktu tidak berjalan lurus dan tak pernah ada pengulangan.
untuk mereka yang telah melanjutkan perjalanan? entahlah...akupun belum kesana..
tapi tak perlu mencari tahu, kiranya..
rektoverso bisa jadi jawabnya... (mungkin)

goenoeng said...

suatu saat, hidup bagai gasing. :)
saat lain, hidup bagai pelita.
bisa jadi, hidup, bagai jetcoaster. turun naik, menikung, jungkir balik.

KABASARAN said...

jadi nyambung to ..hes...

Lelaki oh Lelaki..

Mbah Koeng said...

jadi kalau masih menyala ingatlah siapa yang menghidupkan_nya sebelum meredup dan akhirnya mati !! duh ga nyambung nech !! hheee..

IjoPunkJutee said...

Jika sudah "berdua" maka yang ketiga adalah SYETAN, makanya larinya bisa kencang, takut....!!!:)

Erik said...

Nyala pelita itu karena ada yang menyalakan.
Matinya pelita juga karena ada yang memadamkan
Dia-lah Sang Pemilik Kehidupan