22 February 2009

Tubuhku Sebatang Kayu


Tubuh ini hanyalah sebatang kayu,
Entah sejak kapan kulit terlucuti,
Entah sejak kapan jemari itu menggagahi

Tubuh ini hanyalah sebatang kayu,
Dianggap benda mati,
Dizinahi untuk kepuasan sendiri

Ahh, tubuh ini hanyalah sebatang kayu..
Kendati airmata tertahan menangisi,
Mana mahu dia sadar tuk berhenti!

(model pic: puput,
Pic by hesra)

10 comments:

KABASARAN said...

ya ..hanya sebatang kayu
namun sama2 machluk ciptaan ilahi
sebatang kayu bukan benda mati
sebelum menjadi sepotong kayu
sebatang kayu bisa siapa saja khan ?.

Siapakah yang kau maksud hai Pujangga:
kayu beneran atau kayu2 lainnya?.

Apapun itu ..dia tetap masih sebatang kayu ..masih ada roh didalamnya ..dia belum menjadi sepotong kayu.

Ngak nyambung ya ?.

goresan pena said...

bagaimana jika kayu yang dimaksud itu adalah tubuh perempuan?
hemmm....
ayo...Pak, kita tebak2an yukkk... mengarah kemana tulisan ini...
kalau benar atau mendekati...saya janji deh...(insyaallah) saya akan menyediakan gift khusus...hihi...

KABASARAN said...

Pesan anda sepertinya yang dimaksud adalah tubuh perempuan ....ya perempuan lara yang masuk ke dunia petaka ( wah kayak posting terbaruku nih : rintihan wanita terlara ..he..he.he ..sekalian promo ) .

kalau ngeliat gambar postingnya sech ...ngak salah lagi yang kamu maksud adalah perempuan beneran.

tapi persisnya yang tahu kan Sang pujangga ..aku hanya bisa menduga-duga .. bukankah itu salah satu ahlinya pujangga... membiarkan tanya menganga di kepala para pembaca.

Erik said...

Perempuan yang menyimpan lara.
Walau airmata tertahan,
mana dia mau tahu tuk menghentikannya.
Sungguh malang wanita ini

hesra said...

uuupppsss...

perempuan ini tidak lara, hanya tak bisa bersikap asertif untuk mengatakan tidak, tak bisa melawan karena keterbatasan...
tak bisa menolak karena nilai kemoralan dan religi...

bisa jadi perempuan-perempuan itu adalah istri-istri yang terlihat bahagia..

saya menulis ini setelah mendengar 'rerasan' salah seorang sahabat saya...
tentang kehidupan seksualitas..hehe...
begitulah..

G said...

Hezra: kewajiban tanpa rasa, dan pihak yang lainnya merasa berhak dan tal lagi perduli soal rasa(?)

Saya merasa agak pedih sbb menemukan bnyk cerita semacam ini.

ARIEF FIRHANUSA said...

Puisi yang bengal, tapi mengandung letupan-letupan kecil yang hebat. Seperti gelembung-gelembung soda yang meningkahi dinding gelas!

www.katobengke.com said...

wah kayu itu menyimbolkan apa yah...kayaknya perempuan yang lagi di....ma laki2 yang dilakukan secara paksa yah...
yau gmana nih.....

goenoeng said...

duuuh...
harus bilang apa lagi coba ?

:)

Nyante Aza Lae said...

puput sapa sihh..temennya yaah?