30 July 2008

Nikmat Dunia


pic: meme 'n me
tittle; smile flow by Adi

mungkin memang seharusnya seperti ini..
akan sangat indah kalau sesuatu itu tidak semua dapat kita miliki.
ibarat kita melihat gunung dari kejauhan, begitu indah.
padahal kalau sudah dekat,
tidak lebih dari sekedar daratan yang agak meninggi.

begitupun kalau kita melihat awan dari atas bumi.
sepertinya sesuatu yang sangat indah,
sesuatu yang lembut seperti kapas yang bergulung-gulung.
padahal kalau kita berada di pesawat dan menembusnya,
awan tidak lebih hanya lah seperti kabut tipis yang biasa kita temui di bumi.

angan-angan memang indah.
dan kesedihan itu mungkin adalah jawaban dari doa kita atas berbagai pertanyaan mengenai kebahagiaan.
kita adalah orang beruntung!
yang pernah merasakan terjatuh dan mampu bangkit..
itulah nikmat dunia..
di saat kita menuruni gunung yang curam dan dingin
kita mengetahui, betapa enaknya menikmati hangatnya selimut di kamar yang nyaman
saat kita terbiasa tertawa dan suatu ketika kita harus menangis..
betapa kita mengetahui... bahwa kesenangan itu mahal harganya..
itulah nikmat dunia...

sesuatu yang kemudian aku disadarkan oleh seorang keponakanku meme, yang 10 lebih muda dari ku. usia tidak memandang siapapun unutk memahami sesuatu.

terima kasih Tuhan, memberiku sahabat yang mampu menunjukkan pemahaman2 mengenai hidup ini dengan sejuta makna. terima kasih gadis2 ku... sahabat2 perempuan ku yang terbilang minim. tapi aku sangat bersyukur, Allah memberiku sahabat tidak dari kuantitas, melainkan kualitas. terima kasih untuk my soulmate : Meldha, Oka, Putri Atika, Bu Henny, my meme, adik tercinta ku Niar dan sahabat ku yang tak pernah tergantikan: Mama... i love you all...

jagalah kebersamaan ini selamanya, ya Allah... karena aku sangat menyayangi kesemuanya, seperti aku menyayangi diriku.

8 comments:

Anonymous said...

Hmmm,curhat nih? Salam dari Sumatra.

Djoko Wahjuadi said...

Betul, kuncinya adalah "nrimo ing pandum". Kita jatuh, agar kita belajar bangkit...kita sedih, agar bisa mensyukuri kebahagiaan...kita sakit,agar bisa mengapresiasi sehat...kita punya 'sedikit', agar kita sadar bahwa 'sedikit' itu sebenarnya 'banyak sekali'....

Jenny Oetomo said...

Kehidupan pasti ada gembira, sedih , kaya , miskin dll dan yang terpenting adalah kita dapat menikmati pada situasi apapun karena itulah yang terbaik bagi kita, Salam

sahabat said...

tidak ada satupun di hidup ini yang tidak memiliki alasan untuk tidak kita syukuri.

tersenyumlah..
semuanya begitu damai, dan nikmati

^_^

goresan pena said...

hi.....!
*iya nih Uda, vurhat dikit boleh lah....:p
*Pak Djoko ; iya pak... semua pasti ada hikmahnya, hanya saja kadang kalo' dalam kesusahan, sulit banget bisa mengambil hikmahnya dengan cepat
*Pak oetomo ; semoga kita termasuk orang2 demikian, yang bisa menikmati hidup
* adit; hehehe... santai... pasti dinikmati lah, di atas langit masih ada langit. hari ini bahagia, masih ada besok yang jauh lebih bahagia. hari ini sedih, masih ada besok yang mungkin lebih menyedihkan. hehehe...

Erik said...

Nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan akan engkau ingkari???
Kalau saya pikir, rasa sedih timbul karena tidak sesuai dengan yang kita harapkan, dan kegembiraan muncul karena yang kita peroleh sesuai dengan yang kita harapkan.
Padahal hasil yang tidak sesuai dengan keinginan kita itu belum tentu buruk bagi kita.
Hasil yang sesuai dengan harapan kita belum tentu berakibat baik buat kita..
Jadi berpikir positiflah...

ARIEF FIRHANUSA said...

Hm, indahnya. Seperti ruh dalam lagu "Huma di Atas Bukit" milik God Bless.

goresan pena said...

*mas erik; terima kasih mengingatkan saya mas...

*mas arief; terima kasih....terima kasih....(lebih banyak kata yang tak terucap)