02 April 2008

"selalu menjadi sahabat ya nak.."


aku tidak mengerti.
kenapa sebuah nilai-nilai harus ditanamkan kepada anak-anak? sebuah nilai-nilai yang fundamental, tentulah merupakan keharusan. sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan, misalnya. tapi, jika nilai-nilai tersebut lebih kepada nilai-nilai yang mendominasi egoisme orang dewasa, apa pantas anak-anak dijejali dengan yang demikian?
janganlah mencampur urusan kita yang dewasa ini dengan racun yang mungkin akan berfungsi seperti chip di dalam kepala mereka. mereka belum pantas untuk itu. waktu yang akan mengiring mereka. biarlah waktu yang menuntun mereka.
anak-anak, siapapun itu.. biarlah mereka hanya mengenal persahabatan. biarlah mereka hanya mengenal dicintai oleh orang sebanyak-banyaknya. biarkan dia memperoleh kasih sayang dari siapa saja. jangan biarkan ego yang membentuk diri kita sendiri, meracuni jalan pikiran mereka.
aku melihat hal yang demikian, dan tenggorokanku seperti tercekat. tidak menerima. bagaimana mungkin bisa? biarlah orang-orang tua yang bergelut dengan problematikanya sendiri. jangan libatkan anak-anak. anak-anak tidak mengenal intrik. dan janganlah dikenalkan.
waktu yang akan membawanya mengenal kejahatan dunia. suatu saat nanti. tdiak perlu kita yang mengenalkan.
02 April 2008


Tulisan ini hanya sekedar kekesalan yang tertuang saja. tulisan ini aku buat untuk anakku tersayang Sachy dan kakaknya, Steven (K'Avatar)
terima kasih buat kalian yang selalu mengajarkan ketulusan. terimakasih juga buat Bu Henny(mama Steven) untuk diskusi-diskusi panjang yang tak berkesudahan. jangan disudahi. terimakasih memberi gambaran kehidupan yang telah dijalani 10 tahun lebih dulu dibanding saya. hehe...selalu menjadi teman yang menyenangkan. kala suatu saat kita berselisih faham, ingatlah, kita pernah menjalani masa-masa sulit sebelumnya dan ternyata kita masih bisa tertawa bersama.

3 comments:

you said...

tetaplah menjadi ibu yg aku kagumi:)
ini ada sedikit kutipan dr seorang yg bijak...

"Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kauberikan rumah untuk raganya,
tapi tidak untuk jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat boleh kaukunjungi sekalipun dalam impian.
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun, jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
pun tidak tenggelam di masa lampau"

Verri said...

dalem ya..
aku memang bukan orang yang pernah mengalami hal itu.. tapi jika melihat para orang tua yang terkadang memang pernah khilaf melakukan sesuatu yang seharusnya anak2nya mereka lihat.. mungkin iya suatu saat nanti anak2 akan mengenal arti dari kata jahat.. tapi jangan sampai mereka melakukannya..

^^
keep post..

goresan pena said...

terima kasih...
terimakasih yang tak terhingga.
terima kasih untuk membuatku 'hidup' kembali
terima kasih untuk blog ini yang kuanggap sbg kado ultah di usia 25
terima kasih,********...