19 June 2009

"lantas, Bapak?"

sejurus!
tanpa mata kita mampu bercakap-cakap
dalam pening kalimat terjengap

...

berpenggal silam kulihat Mamak-Mamak memanggul dengan kepala
"mana Bapak?"
berpenggal silam, kutanya pada Bapak, mana Mamak?
lantas ia jawab, "ke ladang, mana lagi?"
"lantas Bapak?"
linting kelobotnya kembali berasap

berpenggal silam,
aku di bawah jendela rumah panggung, di sisi kandang ayam
menyisiri bundar-bundar kecil yang belakangan kutau itu pil KB
tiap malam Mak'Njang membuangnya
berpenggal silam,
kudengar bisik-bisik dari sepasang telinga bengal
"bosan, tiap hari minum pil terus. muka bengkak, datang bulan acak. kalau tidak, beranak.. susah jadi ibu-ibu!!"
dalam hati, "lantas Bapak?"

berpenggal silam,
aku mengantar lima kilo beras jatah kepegawaian Bapak
untuk ditukar lembar rupiah, menyambung hidup sehari-hari
lantas, begitu kami mulai kenaikan kelas,
aku berdiri di loket antrean, mengantar Ibu menggadai kalungnya
"beginilah jadi Ibu, perhiasan hanya bisa dikenakan kala lebaran. sisanya? akh.."
"lantas, Bapak?"
Jawabannya adalam gamitan tangan Ibu yang cukup keras.

...

aku perempuan yang hanya menatap perempuan
kiranya apalagi yang dijejalkan padamu, perempuan?

-----

(* Mak'Njang: berasal dari 2 kata, Mamak (Ibu) dan Panjang (bisa lebih tua, bisa juga karena tinggi badan), di Pontianak, mejadi sebutan untuk Bibi bagi Melayu setempat)

(* Linting Kelobot: rokok yang terbuat dari kulit jagung)

6 comments:

Dexter said...

ironi...

Kabasaran Soultan said...

He-he-he ....
Ngak semua bapak-bapak seperti itu Hez. Barangkali ini bagian dari peningalan budaya dominasi laki-laki
..tapi dalam beberapa etnis posisi bunda ( perempuan ) ternyata lebih dominan dari para kaum lelakinya. Ambil contoh di Minag kabau .
Entahlah Hez ... kuping ini terasa dijewer membaca prosamu ini.
tabik.

ajeng said...

Gak tau harus nyengir ato gimana mbak baca prosa ini.. Sebuah ironi,tapi tidak semua begitu kok mbak.

goenoeng said...

hmm... coba kau lihat dari sudut pandang bapak...

Ivan Kavalera said...

Maukah kau bertukar tangkap dengan lepas denganku, penyair?

genialbutuhsomay said...

mesti gmn nii saiia ?!???! dduuddhhh.. salam kenal, skalian izin follow iia :)
terimakasih :)