24 January 2009

Karma

Langit menyimpan dendamnya,
dalam waktu lama
dan menertawakan aku
saat berairmata

Ini biji luka,
tak sadar telah kusemai dulu.

4 comments:

Erik said...

siapa yang manabur, siapa yang menyemai, dia yang menuai.

Tiada satu perbuatanpun yang luput dari catatan kehidupan kita

KABASARAN said...

jika buah yang tumbuh adalah hasil dari bibit yang kita semai ...... adilkah kita menimpakan segala petaka buah kepada sang langit ?

goenoeng said...

masa lalu yang membayang lagikah ?
atau merasa sesuatu di masa lalu berakibat yg sekarang ?

jangan begitu saja percaya karma. segala sesuatu sudah ada yg mengaturnya. apa yg terjadi sekarang, telah menjadi catatan langit.

djoko wahjuadi said...

...dlm kosa kata jawa: 'ngunduh wohing pakarti'...he..he..he