03 August 2009

dari Pagina Kosong

IZINKAN AKU MENULIS ... !

Banyak teralis yang tidak sanggup memenjarakanku.

Aku adalah anak panah yang melesat, bergayut dengan udara.
Disunting pelangi yang terjilat rintik hujan.

Aku adalah lucarsa yang beranjak perlahan dari dahan satu ke lainnya.
Berjingkat, bersahabat dengan savana.

Aku adalah gelombang yang beriak pada banyu yang kesepian.

Aku adalah hembusan yang melalui-mu, merasai-mu, sekejap... tanpa sempat kau sadar.
kemudian bergegas kembali.

Maka, tak sebuah pun penjara mampu meneralisku.
Penjara itu ialah rumpang-rumpang kosong milik para manusa.
Tak sanggup membingkai ku tepat pada kelopak pariginya.

Karna aku...
adalah siluet yang menjaga lembayung agar tetap jingga.

Entah rahim siapa yang beruntung... melahirkanku.
Akankah kutemui, saat berpantulan dengan diri sendiri di hadapan parigi ?

Siapa Aku ??

Aku adalah DOSA dan BUDI yang dicipta si empunya.

Siapa Si Empunya ???
Siapa Dia ?!
Bisakah kusebut dia, Bunda ?!

1 Jan 2004
16.31

( Rasanya tidak cukup adil !!
tidak cukup mencipta janin hanya bermodal vagina !! )

9 comments:

Kabasaran Soultan said...

Waduh ...( terpesona dan termangu
daku ).
Dahsyatttttttttttttt sekali Hez.
Bingung nafsirnya ...
Apakah ini sebuah oto kritik ?.
atawa...
sebuah pemaknaan baru tentang sejatinya "aku" yang telah lama dibelenggu oleh cangkang-cangkang ragawi...
Sebuah lorong rahim hanyalah alat produksi yang digunakan oleh super machluk yang namanya "zarah abadi" dalam tujuannya untuk menggandakan diri sehingga hidupnya abadi .
Akh ...entahlah .......

Arief Firhanusa said...

Saya terkesima dengan ini:

Aku adalah anak panah yang melesat, bergayut dengan udara.
Disunting pelangi yang terjilat rintik hujan.

Aku adalah lucarsa yang beranjak perlahan dari dahan satu ke lainnya.
Berjingkat, bersahabat dengan savana.

goresan pena said...

@ Pak Kabasaran: waahh, justru saya yang bingung dimana dahsyatnya yah? hihi..

kalau masalah penafsiran, pokoknya bebas! betul-betul bebas..:)bisa jadi penafsiran saya dan Bapak berbeda. tentu..
tapi jika saya harus menjawab apakah ini otokritik atau bukan? baiklah.. saya akan mencoba mengurai..
"aku" di sini yang saya maksud, bukan 'aku' sebagai manusia. tetapi merupakan dua 'anak kembar' yang selalu dilahirkan manusia. ialah 'kebaikan dan keburukan' (DOSA dan BUDI). tetapi, apakah lantas keduanya itu lahir hanya bersumber dari manusia itu sendiri secara tunggal? rasanya tidak, ada elemen pembantunya.. itulah manusia-manusia lain di sekelilingnya, itulah ilmu yang didapatnya, itulah aturan-aturan yang mengikatnya.
kiranya demikian.
apakah ini sebuah otokritik atau justru pemahaman? hmm, bagaimana menurut Bapak? :)

salam.

@ Mas Arief:
dan saya pun terkesima, Mas..

mungkin Mas Arief lupa kalau ini repost. dan taukah.. di posting pertama dulu, komentar Mas nyaris serupa dengan yang sekarang..:)
terima kasih...
(ternyata kesan tulisan ini masih sama yah? hihihi...)

Kabasaran Soultan said...

@Hezra : Homo sapiens adalah satu-satunya machluk hidup dimuka bumi ini yang mengenal " dosa dan budi ".
"dosa dan budi" tersebut adalah bagian dari suatu proses evolusi alamiah yang sejati tujuannya dalam ilmu biologi apa yang disebut dengan mempertahankan kesintasan ras manusia.
Dalam perkembangan awalnya Karena manusia adanya berkelompok-kelompok, berkaum-kaum , bersuku-suku maka tentu saja apa yang disebut dosa dan budi .. salah dan benar ..boleh dan tidak boleh dalam satu komunitas belum tentu sama dengan komunitas lainnya .
Kondisi ini seringkali memicu munculnya konflik antar satu kelompok dengan kelompok lainnya.
Akh ...ceritanya masih panjang Hezra.....Ada dogma . ada mitos, ada adat, ada etika, ada negara,ada ....

Kabasaran Soultan said...

Siapa Si Empunya ???
Siapa Dia ?!
Bisakah kusebut dia, Bunda ?!
( Rasanya tidak cukup adil !!
tidak cukup mencipta janin hanya bermodal vagina )..

Sepertinya agak nyambung sama yang ini lho...

Terseok-seok
Langkahku
Mencarimu

Terparau-parau
Suaraku
Memanggilmu

Terkantuk-kantuk
Mataku
Menunggumu

Terbulak balik
Otakku
Memikirmu

Terguncang-guncang
Hatiku
Merenungmu

Terbuang-buang
Waktuku
Keranamu

Dikau
Tetap
Misteri

Ada ngak sih kamu ?.
Atau orang iseng yang merekamu...

Newsoul said...

Hehe, goresan pena yang menggoreskan beragam pemaknaan. Tadinya saya kira ini tentang pemberontakan kepada rahim dunia yang telah melahirkan berbagai mahluk. Ternyata tidak juga, sebab ini pagina dan bukan vagina tempat kelahiran alamiah itu berasal. Makna sebenarnya, tentu sang pemilik pena yang paham. Salam dan selamat malam.

koelit ketjil said...

membaca ini aku jadi teringat kalimat Wiji Thukul; "bahkan penjarapun tak membuatku menjadi patuh!"

@kabasaran : menarik ada orang seperti kabasaran mengakui teori Darwin!!!..pertanyaan saya; lantas Adam - Hawa (eva) berasal dari species apa?
@hez: pertanyaan ini tentu gak ada hubnya dg dagelan status fb yg ada LA=GM itu..oke!)

M Fathra Nazrul I said...

saya menikmati perbincangan ini...

ciwir said...

josss bener...
antara napsu dan napas