03 June 2008
Diantaranya
30 May 2008
Dalam Diam
29 May 2008
bukan waktu
Walau lebih tepat tidak mau peduli
Atau berpura-pura tak peduli
Entahlah,
Hati manusia tak satupun mampu mengukur
Yang kupunya tentang dia hanya kenangan
Kenangan itu menggantung rapat di pelupuk
Kadang ia menghadirkan tawa,
Senyum bahagia
Tak tertukar suatu apapun jua
Tapi, jika sudah mulai tersadar
Yang hadir adalah airmata
Yang tergenang
Sebuah penyesalan yang belum tuntas
Sebenarnya tidak perlu
Kuyakinkan "ah,hanya masalah waktu"
Tidak..tidak..
Memori itu residu
Mungkin yang lebih tepat itu "momentum"
Meninggalkan dan ditinggalkan
Akan membawa luka yang sama
Hanya kedalaman nya saja yang berbeda
Torehan luka pada yang ditinggalkan
Akan lebih dalam
Masalah sepele, belum siap!
Momentum yang tidak tepat
Kalah
aku menelan ludah
terpahit
sehari,
untuk beberapa
kekalahan
semua indera bekerja
betapa tidak adilnya!
betapa tidak bersahabatnya!!
kekalahan-kekalahan wanita-wanita ini
wanita-wanita yang tak lagi
punya pilihan hidup
di matanya,
kusaksikan pemberontakan
di matanya,
kurasakan kebimbangan
di sudut kecil matanya,
kutangkap kepasrahan
betapa tidak adilnya!
saat semua
tidak lagi untuk dirinya
saat segala ego
sudah dibungkam rapat-rapat
saat doa-doa
pun tak lagi hanya untuk dirinya
saat sujud demi sujud
tak lagi dilakukan untuk dirinya
saat kekalahan
sudah demikian berkuasa
ah,
betapa tidak adilnya!
tapi apa balasan
untuk semua yang dikorbankannya?
kemudian..
dunia memandangnya sebelah mata
mereka..
yang selalu didahulukan
bagi hidup wanita-wanita ini,
mulai menelantarkan
peduli pun tidak!
beruntunglah kalian,
wanita-wanita yang masih
memiliki pilihan..
ah, semoga ini yang terakhir
(walau tidak mungkin)
semoga saja,
aku tak bernasib sama
seperti wanita-wanita itu.
Jogja,
23 Mei 2008
21 May 2008
Dusta
tidak ada yang tidak mampu
tidak ada yang tidak sanggup!
waktu mengajarkan banyak hal.
realita yang selalu bertubrukan dengan kehendak hati.
semua orang mampu menghadapi kehilangan, apapun itu.
hanya saja..
hati selalu meminta berkomromi,
selalu saja bernegosiasi.
ah,
ini hanya masalah sudah terbiasa atau belum.
dan belum bukan berarti tidak.
aku percaya apa yang terucap di saat itu.
tapi tidak untuk sekarang dan besok.
waktu terkadang membawanya menjadi dusta,
dan kau bisa hidup tanpa aku!
tak seperti yang kau katakan dulu.
Jogja,
20 May 08
16 May 2008
Tanda Tanya (neverland bagi peterpan)
Pernahkah kecemburuan mematahkan keraguanmu?
Adakah keyakinan mampu dibangkitkan
Dengan kesadaran?
Telahkah berkorban menjadi suatu kebiasaan
Dalam suatu hubungan?
Terkadang,
Memahami diri sendiri terlampau sulit
Dibanding mencoba mengerti posisi diri.
Mimpi rangkaikan segenap imaji,
Mengantarkan pagi dengan sekeping kenyataan.
Sudah lewat.
Pontianak,
121007
Rasakan ini dengan Senyuman, walau Perih
Ingatlah pada suatu ketika..
Tatkala langit begitu cantik
Diselimuti jingga,
Kau katakan bahwa kau
Tidak kalah dengan waktu
Kau ajak aku bersahabat dengannya,
Menjadikan waktu teman kita
Dan bersama menyambut esok.
Ingat pula tatkala mentari masih begitu muda
Berdiri di sisi jendela dalam bias kaca..
Rindu hati,
dan kau katakan;
" begitupun aku, ingin seperti udara,
menghampirimu..
rasakanlah kasih sayang ini dengan hatimu".
Ingatlah suatu ketika,
Pada malam-malam panjang
Yang kita isi dengan harapan dan doa,
Kita akan selalu bersama dan saling memiliki.
Ingatlah, bahwa hati kita pernah berdebar-debar
Membayangkan pertemuan yang tak kunjung datang.
Wahai kekasih,
Ingatkan dirimu sekali lagi..
Ada yang tertinggal dan membekas.
Bujuklah kakimu,
Agar tak begitu saja melangkah pergi.
Jogjakarta,
180707



